Mengapa Pickleball Adalah Masa Depan Olahraga di Indonesia - Dan Cara Membangun Lapangan Anda Sendiri

Konstruksi, Olahraga

17 June 2026

Mengapa Pickleball Adalah Masa Depan Olahraga di Indonesia - Dan Cara Membangun Lapangan Anda Sendiri

Oleh Benson Kawengian, Pemilik dan Group CEO, PT Datra Internusa & Datra Sports


Indonesia adalah negara olahraga raket. Kita telah mengetahui hal ini selama berdekade-dekade. Bulu tangkis telah menyatu dengan identitas nasional kita dengan cara yang jarang ditemui pada olahraga lain di negara mana pun — kita tidak hanya memainkannya, kita telah menjadi juara dunia di olahraga ini. Tenis telah ada di sini selama beberapa generasi. Dan ketika padel tiba, kita mengadopsinya dengan cepat, karena naluri untuk olahraga raket sudah ada dalam diri kita.

Jadi, ketika saya mengatakan bahwa pickleball adalah olahraga berikutnya yang harus diseriusi oleh negara ini, saya tidak sedang berbicara tentang mengikuti tren dari luar negeri. Saya berbicara tentang olahraga yang cocok dengan Indonesia — budaya kita, iklim kita, naluri komunitas kita, dan ekonomi kita — lebih baik daripada hampir semua hal yang pernah ada sebelumnya.

Saya telah membangun fasilitas olahraga secara profesional selama lebih dari 40 tahun. Saya ikut mendirikan Planet Futsal pada tahun 2004, operasi futsal komersial pertama di Indonesia, dan saya telah menyaksikan olahraga demi olahraga menemukan pijakannya di sini. Saya tahu seperti apa peluang yang murni, dan saya tahu seperti apa siklus FOMO (takut ketinggalan tren). Pickleball adalah yang pertama (peluang murni).

Berikut adalah apa yang menurut saya perlu Anda pahami — baik Anda seorang investor, kepala sekolah, GM hotel, pengembang properti, atau sekadar seseorang yang memiliki permukaan datar dan naluri yang tepat.

Apa Sebenarnya Pickleball Itu (Dan Mengapa Orang Indonesia Akan Menyukainya)

Pickleball adalah olahraga pemukul (paddle) yang menggabungkan elemen tenis, bulu tangkis, dan tenis meja. Olahraga ini dimainkan di lapangan persegi panjang kecil dengan dimensi yang hampir sama dengan lapangan ganda bulu tangkis, menggunakan bola plastik berlubang dan pemukul padat. Netnya lebih rendah dari net tenis, lapangannya lebih kecil, dan permainannya dirancang untuk penempatan bola dan strategi daripada kekuatan mentah.

Lapangan pickleball standar berukuran lebar 6,1 meter dan panjang 13,4 meter. Lapangan dibagi menjadi dua bagian oleh net, dengan total area permainan sekitar 9,1 meter kali 18,3 meter termasuk zona penyangga (buffer zone) yang direkomendasikan di semua sisi. Ukuran yang kompak itu adalah salah satu keunggulan praktis paling kuat dari olahraga ini, sesuatu yang akan saya bahas kembali di sepanjang artikel ini.

Orang-orang salah memahami pickleball, terutama orang Indonesia yang belum pernah memainkannya. Mereka menganggapnya sebagai versi padel yang diperkecil, atau bentuk tenis yang lebih sederhana. Padahal bukan keduanya. Permainan ini lebih lambat daripada padel dalam hal tuntutan pergerakan, tetapi bernuansa taktis. Kurva pembelajarannya cukup pendek sehingga seorang pemula sekalipun bisa menikmati reli yang seru dalam waktu tiga puluh menit setelah memegang paddle. Namun, kedalaman strateginya membuat pemain berpengalaman tetap terpikat selama bertahun-tahun.

Yang paling penting, pickleball adalah salah satu dari sedikit olahraga di dunia yang cocok dimainkan lintas generasi. Seorang kakek bisa bermain secara kompetitif melawan seorang remaja. Anak-anak bisa bermain bersama orang tua mereka. Acara kumpul-kumpul tim perusahaan menjadi benar-benar inklusif, bukan sekadar sesi yang hanya dinikmati oleh karyawan muda yang atletis. Kualitas lintas generasi ini bukanlah fitur minor — ini adalah pembeda fundamental yang tidak ditawarkan oleh olahraga raket lain di Indonesia saat ini pada tingkat harga ini.

Mengapa Indonesia Siap untuk Ini

Empat hal memberi tahu saya bahwa momen pickleball Indonesia telah tiba.

  • Pertama, kita adalah bangsa olahraga raket. Keakraban teknis sudah ada di sana. Teknik bulu tangkis dapat ditransfer ke pickleball — kontrol pergelangan tangan, kesadaran lapangan, dan naluri serve-and-volley. Orang Indonesia yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun di lapangan bulu tangkis akan menganggap pickleball terasa intuitif sejak sesi pertama. Ini adalah keuntungan nyata yang tidak dimiliki oleh pasar tanpa budaya olahraga raket yang mendalam.
  • Kedua, koreksi pasca-ledakan (post-boom) padel telah membuka pintu. Padel tumbuh dengan kecepatan luar biasa di Indonesia, dan pertumbuhan itu nyata. Namun di distrik-distrik premium Jakarta, kita sekarang melihat apa yang terjadi setelah setiap siklus FOMO: koreksi. Lapangan yang dibangun atas dasar antusiasme semata daripada strategi komunitas kini sedang berjuang. Beberapa di antaranya tutup. Namun, apa yang telah dibentuk oleh pengalaman padel adalah selera terhadap infrastruktur. Investor olahraga Indonesia sekarang tahu seperti apa pengalaman lapangan butik. Pickleball menangkap energi yang sama dengan fraksi investasi yang jauh lebih kecil dan dengan pasar sasaran yang jauh lebih luas. Padel adalah, dan akan tetap menjadi, olahraga segmen menengah ke atas. Pickleball benar-benar untuk semua orang.
  • Ketiga, Malaysia menunjukkan kepada kita dengan tepat apa yang akan terjadi. Saya telah melihat seperti apa pickleball ketika menemukan ritmenya di negara mayoritas Muslim Asia Tenggara yang memiliki kesamaan budaya dengan Indonesia. Pada tahun 2024, Malaysia memiliki kurang dari 10 lapangan khusus pickleball. Menjelang pertengahan tahun 2025, ada ratusan lapangan di seluruh negeri — di Kuala Lumpur, Penang, Selangor, Johor, dan bahkan Sabah, dengan negara tersebut mencatat lebih dari 140.000 pemain aktif. Malaysia kini memiliki jumlah pemain terbesar ketiga di DUPR — platform peringkat pickleball global — di belakang Amerika Serikat dan Kanada saja. Lapangan berada di sekolah-sekolah, di mal, di lingkungan perumahan, berdampingan dengan acara kuliner (F&B) dan musik. Ini telah menjadi bagian dari kehidupan komunitas sehari-hari. Indonesia memiliki setiap kondisi yang dimiliki Malaysia, dengan populasi empat kali lebih besar.
  • Keempat, momentum global tidak bisa dipungkiri. Pertumbuhan pickleball di seluruh Asia melonjak pada tingkat 60% dari tahun ke tahun, dengan 62% responden dalam survei besar UPA Asia baru mengetahui tentang pickleball dalam dua tahun terakhir. Indonesia sudah memiliki kredensial kompetitif di tingkat internasional — tim nasional memenangkan medali emas dan perak di Kejuaraan Pickleball Dunia di Thailand pada tahun 2024, hanya empat tahun setelah olahraga ini diperkenalkan di Indonesia. Infrastruktur kompetitif sedang terbentuk. Kesadaran komunitas sedang dibangun. Jendela investasi — periode di mana menjadi yang pertama memulai masih sangat penting — sedang terbuka saat ini, tetapi tidak akan terbuka selamanya.

Ekonomi yang Membuat Pickleball Luar Biasa

Satu hal paling penting untuk dipahami tentang pickleball sebagai peluang investasi adalah bahwa olahraga ini memutus korelasi antara kualitas olahraga dan biaya olahraga.

Padel membutuhkan struktur kaca dan baja tertutup penuh. Paket lapangan saja — sebelum pekerjaan sipil, atap, fasilitas pendukung, atau ruang komunitas jenis apa pun — berkisar antara Rp450 juta hingga Rp800 juta per lapangan. Fasilitas padel komersial yang layak di Jakarta membutuhkan Rp6 hingga 12 miliar atau lebih untuk bisa dianggap serius.

Pickleball hanya membutuhkan permukaan datar, net, pelapis permukaan (surface coating), dan garis-garis lapangan.

Investasi untuk lapangan pickleball lengkap di Indonesia berkisar antara Rp140 juta dan Rp200 juta untuk pengaturan mandiri kelas menengah, dan jauh lebih murah untuk konversi dari lapangan atau permukaan yang sudah ada. Peralatan — paddle, bola, net portabel — termasuk yang paling terjangkau dari semua olahraga raket. Tidak ada persyaratan kandang, tidak ada kaca, tidak ada struktur tertutup.

Keterjangkauan ini bukan berarti mengorbankan kualitas. Ini berarti ekonomi pickleball secara struktural berbeda dari padel. Anda dapat membangun tempat pickleball yang berfokus pada komunitas dan sehat secara finansial tanpa perlu menetapkan harga premium ala Jakarta untuk mengembalikan investasi Anda. Anda bisa membuatnya gratis. Anda bisa mengenakan tarif yang murah. Anda dapat menjalankannya sebagai fasilitas penunjang yang menambah nilai pada properti, sekolah, atau kampus perusahaan tanpa perlu menghasilkan keuntungan mandiri.

Fleksibilitas tersebut jarang terjadi dalam ekonomi fasilitas olahraga, dan itu adalah salah satu alasan saya percaya pickleball pada akhirnya akan menjangkau lebih jauh ke dalam masyarakat Indonesia daripada yang bisa dilakukan padel.

Siapa yang Harus Membangun Lapangan Pickleball Saat Ini

Jawaban jujurnya adalah: hampir siapa saja yang memiliki permukaan datar dan anggaran.

  • Pengembang properti dan operator mal. Area tempat parkir yang kurang dimanfaatkan, atap gedung (rooftop), ruang atrium internal — pickleball dapat mengaktifkan ruang-ruang ini dengan intervensi struktural yang minimal. Pemasangan permukaan vinil di dalam ruangan dapat berfungsi sebagai aktivasi sementara atau musiman. Konversi permukaan luar ruangan menciptakan fasilitas permanen yang membedakan properti dan mendatangkan lalu lintas pengunjung.
  • Sekolah. Sekolah mana pun dengan permukaan lapangan datar — beton, aspal, area basket atau bulu tangkis yang ada — dapat menambahkan garis dan net pickleball dengan biaya yang sangat rendah. Ini adalah olahraga lintas usia, yang berarti cocok digunakan dalam kelas olahraga campuran dan dalam acara sekolah di mana siswa dari berbagai usia bermain bersama. Olahraga ini juga benar-benar aman pada tingkat rekreasi, yang sangat penting untuk lingkungan sekolah.
  • Hotel dan resor. Lapangan tenis dengan garis tambahan dapat menjadi aset multi-olahraga dalam semalam. Untuk properti yang ingin menawarkan pengalaman berbeda kepada tamu — khususnya grup keluarga dan acara perusahaan — lapangan pickleball dengan area tertutup dan F&B yang berdekatan adalah fasilitas premium dengan investasi non-premium. Permukaan premium seperti Silika Poliuretan (SPU) dengan area keramahtamahan yang layak mengubahnya menjadi fitur gaya hidup yang sesungguhnya.
  • Kampus korporat / kantor perusahaan. Lintas generasi, inklusif, mudah dipelajari, dan secara inheren bersifat sosial — pickleball cocok dengan tujuan kebugaran perusahaan (corporate wellness) lebih baik daripada hampir semua olahraga lainnya. Olahraga ini tidak mengecualikan karyawan yang lebih tua atau rekan kerja yang kurang atletis. Ini menciptakan interaksi nyata lintas hierarki. Biaya pengaturannya sangat kecil dibandingkan dengan nilai budaya kerja yang dihasilkan.
  • Pengembang komunitas dan perumahan. Lapangan pickleball di klaster perumahan adalah jangkar komunitas yang lebih kuat daripada kebanyakan fasilitas lainnya. Berbeda dengan kolam renang — perawatan tinggi, tanggung jawab hukum (liability) tinggi, digunakan oleh sedikit orang — lapangan pickleball perawatannya rendah, tanggung jawab hukum lebih rendah, dan dapat digunakan oleh penghuni dari segala usia.
  • Individu dengan ruang kosong. Area beton datar di rumah, lantai garasi tertutup, teras — jika permukaannya rata dan cukup besar (kurang lebih 9 x 18 meter untuk area total minimum), Anda dapat membangun lapangan pickleball pribadi. Persiapan permukaan adalah biaya yang paling penting. Hal lainnya relatif mudah.

Bagaimana Cara Sebenarnya Membangun Lapangan Pickleball

Di sinilah sebagian besar panduan meninggalkan Anda tanpa kejelasan. Saya ingin mengisi celah itu di sini, karena saya benar-benar percaya bahwa menyebarkan pengetahuan tentang cara membangun lapangan pickleball yang baik akan memberikan manfaat yang lebih baik bagi Indonesia daripada menjadikannya sebagai rahasia perusahaan. Jika lebih banyak orang membangun lapangan yang baik, lebih banyak orang yang bermain. Dan jika lebih banyak orang bermain, pasar tumbuh untuk semua orang.

Langkah 1: Pahami dimensinya

Lapangan pickleball standar berukuran lebar 6,1 meter dengan panjang 13,4 meter, dengan tinggi net 91,4 sentimeter di garis tepi dan 86,4 sentimeter di bagian tengah. Total area permainan yang direkomendasikan termasuk zona penyangga adalah sekitar 9,1 meter kali 18,3 meter.

Salah satu fitur paling praktis dari pickleball adalah seberapa efisien olahraga ini menggunakan ruang. Anda dapat memuat empat lapangan pickleball di dalam cetakan satu lapangan tenis, dan dimensinya hampir identik dengan lapangan ganda bulu tangkis. Ini berarti jika Anda sudah memiliki lapangan tenis, Anda sudah memiliki cukup ruang untuk dua hingga empat lapangan pickleball. Jika Anda memiliki aula bulu tangkis, Anda memiliki lapangan yang hanya membutuhkan spesifikasi net baru dan beberapa tanda garis ekstra untuk menjadi lapangan pickleball.

Tanda garis utama adalah baseline (garis belakang), sideline (garis tepi), non-volley zone (disebut "the kitchen" — zona 2,1 meter di setiap sisi net di mana pukulan voli tidak diperbolehkan), dan centerline (garis tengah) yang membagi setiap sisi menjadi dua kotak servis. Garis harus memiliki lebar 5 sentimeter, biasanya berwarna putih.

Langkah 2: Benahi sub-base (landasan dasar) dengan benar — di sinilah sebagian besar kesalahan terjadi

Kesalahan yang paling umum dan paling mahal dalam konstruksi lapangan pickleball adalah mengabaikan sub-base. Lapisan permukaan yang indah di atas fondasi yang dipersiapkan dengan buruk akan gagal dalam beberapa tahun — retak, menggelembung, air menggenang, dan akhirnya tidak dapat dimainkan. Memperbaiki sub-base dengan benar sejak awal jauh lebih murah daripada memperbaikinya di kemudian hari.

Untuk lapangan luar ruangan (outdoor), sub-base harus berupa beton bertulang atau aspal di atas fondasi agregat yang dipadatkan. Beton adalah pilihan jangka panjang yang lebih tahan lama. Aspal biayanya lebih rendah dan dapat berkinerja baik jika dipasang dengan benar. Persyaratan kritis untuk kedua material tersebut: permukaan harus miring dengan benar untuk drainase. Kemiringan tingkat kelandaian antara 0,83% dan 1% dalam satu arah yang konsisten adalah spesifikasi yang tepat — ini menyalurkan air keluar dari permukaan permainan dan menjauh dari lapangan tanpa memengaruhi permainan. Dalam kondisi Indonesia — curah hujan tropis, potensi air menggenang — kemiringan drainase ini tidak bisa ditawar.

Even a well-built court can fail early if drainage isn't handled correctly from the start. Apa yang sering saya lihat terjadi berulang kali dalam konstruksi olahraga di Indonesia adalah orang-orang hanya memperhatikan apa yang bisa mereka lihat — permukaan, warna, garis-garis — dan kurang berinvestasi pada apa yang tidak bisa mereka lihat: perataan, kemiringan, saluran drainase. Permukaan bisa diganti. Struktur dasar yang bermasalah mahal untuk diperbaiki dan mustahil untuk diabaikan.

Untuk lapangan dalam ruangan (indoor), lantai beton yang halus, rata, dan kuat secara struktural adalah titik awalnya. Persyaratan kemiringan kurang begitu kritis di dalam ruangan, tetapi kerataan adalah hal yang esensial.

Langkah 3: Pilih permukaan Anda

Di sinilah Anda memiliki pilihan nyata, dan jawaban yang tepat bergantung pada kasus penggunaan Anda, anggaran, dan apakah lapangan tersebut berada di dalam atau luar ruangan.

Permukaan akrilik (outdoor atau indoor) adalah pilihan yang paling banyak digunakan dan paling mudah diakses. Ini diaplikasikan dalam beberapa lapisan di atas dasar beton atau aspal Anda — lapisan pengikat (bonding coat), lapisan warna (color coat body layers), dan lapisan atas (topcoat) dengan agregat untuk gesekan dan performa anti-selip. Akrilik memberikan tekstur permukaan yang tepat untuk pantulan bola yang konsisten dan traksi pemain. Untuk lapangan pickleball luar ruangan dasar, sistem akrilik berlapis yang baik adalah pilihan yang hemat biaya dan tahan lama.

Jika Anda menginginkan bantalan yang lebih baik dan perlindungan sendi — terutama untuk pemain yang lebih tua atau penggunaan intensitas tinggi — sistem akrilik bantalan (cushion acrylic) menambahkan lapisan penyangga berbahan karet di bawah lapisan akhir. Ini mengurangi dampak pada lutut dan pergelangan kaki secara nyata, dan sangat layak dipertimbangkan untuk lapangan komunitas di mana pemain lanjut usia menjadi pengguna reguler.

Silica Polyurethane (SPU) adalah pilihan premium, dan apa yang kami suplai melalui Datra Sports sebagai sistem Multisport SPU. SPU adalah permukaan cor tanpa sambungan (seamless) yang diaplikasikan mulai dari primer melalui lapisan penyangga hingga lapisan atas, dengan penyerapan benturan yang unggul, ketahanan cuaca, dan masa pakai efektif yang lebih lama daripada akrilik. Permukaan ini berkinerja sangat baik di iklim tropis Indonesia — stabil terhadap sinar UV, tahan terhadap kelembapan, dan tahan lama di bawah lalu lintas pejalan kaki yang tinggi. Ini adalah spesifikasi yang tepat untuk lapangan hotel, pengembangan perumahan premium, dan tempat mana pun di mana lapangan tersebut merupakan pernyataan merek sekaligus permukaan olahraga.

Lantai vinil (khusus indoor) adalah pilihan untuk fasilitas dalam ruangan tertutup atau ber-AC di mana lapangan akan digunakan secara intensif. Jika Anda memiliki aula bulu tangkis atau fasilitas olahraga dalam ruangan yang ada, sistem lapisan vinil dapat mengonversi ruang tersebut untuk penggunaan pickleball dengan pekerjaan struktural yang minimal.

Ubin modular (PP interlocking) menawarkan pilihan portabel yang dapat dibongkar pasang untuk pengaturan sementara — aktivasi mal, acara, tempat perusahaan yang membutuhkan fleksibilitas. Ini dapat dirakit dan dibongkar dan tidak memerlukan rekat permanen pada sub-base.

Langkah 4: Peralatan

Sistem net adalah satu-satunya elemen struktural yang spesifik untuk pickleball. Net dipasang lebih rendah dari net tenis dan dipasang pada tiang portabel atau permanen yang ditempatkan di posisi garis tepi. Anda dapat memulai dengan sistem net portabel — memadai untuk permainan komunitas dan rekreasi — atau memasang tiang permanen untuk pengaturan yang lebih profesional.

Paddle dan bola tersedia di setiap titik harga. Bola yang digunakan di luar ruangan berbeda dengan yang digunakan di dalam ruangan — bola luar ruangan memiliki lubang yang lebih kecil dan lebih banyak untuk ketahanan terhadap angin. Pilihan peralatan ini milik para pemain, bukan pembangun fasilitas, tetapi tempat yang baik biasanya menyediakan beberapa set dari masing-masing jenis untuk penggunaan kasual dan sewa.

Pagar atau pembatas perimeter direkomendasikan untuk menjaga bola tetap dalam permainan dan memberikan batas spasial yang jelas. Untuk lapangan luar ruangan, pagar kawat harmonika (chain-link) atau sejenisnya dengan tinggi 3 hingga 4 meter berfungsi dengan baik. Untuk lapangan dalam ruangan atau tertutup, permukaan dinding biasanya sudah memenuhi fungsi ini.

Peluang Konversi Lapangan Tenis

Jika Anda memiliki lapangan tenis yang sudah ada, bagian ini khusus untuk Anda.

Mengonversi lapangan tenis ke pickleball atau menambahkan pickleball ke lapangan tenis yang sudah ada adalah salah satu peningkatan fasilitas olahraga yang paling hemat biaya yang tersedia. Satu lapangan tenis standar dapat menampung dua lapangan pickleball secara berdampingan dengan penyangga yang memadai, atau hingga empat lapangan jika penggunaan tenis dihentikan.

Proses konversi tergantung pada kondisi permukaan yang ada. Jika permukaannya kuat secara struktural — tidak ada keretakan besar, drainase baik, tidak ada variasi level yang signifikan — pekerjaannya meliputi pembersihan, penambalan ketidaksempurnaan kecil, pengaplikasian lapisan atas baru dari akrilik atau SPU, dan penambahan garis pickleball dengan warna yang kontras. Tiang net diposisikan ulang atau dilengkapi dengan tiang khusus pickleball. Ini dapat diselesaikan dalam hitungan hari, bukan minggu.

Jika permukaan menunjukkan keausan yang lebih signifikan — area air menggenang, keretakan yang terlihat, atau pengelupasan lapisan yang ada — pendekatan yang tepat adalah persiapan permukaan: pekerjaan tambal sulam, perataan, lapisan dasar penuh, kemudian lapisan atas baru dan garis-garis lapangan. Ini menambah biaya tetapi masih jauh lebih murah daripada konstruksi baru.

Saya telah melakukan versi konversi ini selama berdekade-dekade. Ketika saya membangun tempat awal Planet Futsal, kami mengonversi lapangan tenis menjadi lapangan futsal. Prinsip yang sama berlaku di sini. Infrastruktur yang ada, yang dialihfungsikan secara cerdas, memberikan nilai yang sangat baik.

Satu rekomendasi: jika Anda mengonversi dan berencana untuk menjalankan pickleball dan tenis di permukaan yang sama, jaga agar warna garis tetap berbeda secara jelas. Garis tenis berwarna putih, garis pickleball dengan warna yang kontras — kuning, biru, atau pembeda jelas lainnya — sehingga tanda dari masing-masing olahraga tidak membingungkan secara visual selama permainan.

Seperti Apa Rupa Pickleball Mewah

Pickleball tidak harus menjadi proposisi kelas komunitas dengan anggaran rendah. Olahraga yang sama dapat dikonfigurasi sebagai fasilitas yang benar-benar premium.

Untuk resor hotel, pengembangan perumahan premium, atau klub olahraga kelas atas, pengaturan pickleball mewah berarti: permukaan silika poliuretan dalam skema warna yang dikurasi, tiang net permanen kelas profesional, pencahayaan olahraga LED standar kompetisi, tempat duduk perimeter dengan peneduh, dan integrasi yang mulus dengan keramahtamahan — tempat untuk duduk, makan, dan pulih di dalam area tempat tersebut. Lapangannya sendiri cukup kompak sehingga tidak memerlukan ruang yang besar untuk terasa premium, dan kekompakan itu justru menguntungkan untuk real estat bernilai tinggi.

Paket lengkap — permukaan premium, pencahayaan, struktur peneduh, integrasi keramahtamahan — masih jauh lebih terjangkau daripada pemasangan padel dengan kualitas yang setara. Tang diferensial tersebut mewakili margin yang bisa masuk kembali ke kantong pengembang atau mendanai pengalaman sekitarnya yang lebih baik.

Pelajaran dari Futsal, Diterapkan pada Pickleball

Ketika saya membangun Planet Futsal pada tahun 2004, itu adalah operasi futsal komersial pertama di Indonesia. Olahraga tersebut baru lahir, model bisnisnya belum terbukti, dan semua orang bertanya apakah orang Indonesia akan membayar untuk satu jam bermain futsal ketika mereka bisa bermain sepak bola di jalanan secara gratis.

Jawabannya adalah ya — tetapi hanya jika pengalamannya sepadan dengan investasi yang dikeluarkan. Lapangannya harus tepat. Operasionalnya harus profesional. Komunitas harus dibangun di sekitar fasilitas, alih-alih berasumsi fasilitas tersebut akan menghasilkan komunitasnya sendiri secara otomatis.

Dua dekade kemudian, futsal ada di mana-mana di Indonesia. Ada ratusan tempat. Kategori yang dulunya merupakan eksperimen kini telah menjadi infrastruktur.

Pickleball berada di momen yang sama sekarang. Bukan momen padel — koreksi pasca-FOMO padel adalah cerita yang berbeda. Momen futsal. Momen di mana olahraga tersebut murni bagus, murni dapat diakses, dan murni cocok untuk negara ini, dan di mana menjadi yang pertama memulai masih memiliki arti.

Disiplin operasional yang sama berlaku, terlepas dari apakah Anda sedang membangun tempat komersial atau lapangan komunitas: jangan berinvestasi berlebihan pada infrastruktur fisik relatif terhadap permintaan Anda yang terbukti. Benahi permukaannya dengan tepat. Pahami persyaratan perawatan Anda sejak hari pertama. Ketahui siapa pengguna Anda dan rancang operasional di sekitarnya.

Tempat pickleball yang paling tangguh — di Malaysia, di AS, dan di tempat-tempat Indonesia yang sudah beroperasi dengan baik — adalah tempat yang dibangun di sekitar komunitas, bukan di sekitar siklus hype. Jika Anda membangun untuk komunitas dan komunitas itu bermain, Anda berada dalam posisi yang baik untuk waktu yang lama.


Kata Terakhir

Jika Anda membaca ini dan Anda memiliki permukaan datar — tempat parkir, lapangan tenis lama, area beton di sekolah Anda, halaman dalam hotel, sudut kampus perusahaan — saya ingin mengatakan sesuatu secara langsung.

Jangan terlalu banyak berpikir. Bangunlah lapangan pickleball.

Investasinya lebih rendah dari yang Anda kira. Prosesnya lebih sederhana daripada apa yang mungkin telah membuat Anda percaya sebaliknya. Olahraga ini murni menyenangkan, murni lintas generasi, dan murni cocok untuk Indonesia. Dan jendela untuk menjadi pengadopsi awal (early adopter) — untuk menjadi tempat yang diasosiasikan orang-orang di area Anda dengan olahraga ini sebelum menjadi ada di mana-mana — masih terbuka.

Anda dapat melakukannya sendiri dengan pekerja bangunan lokal jika Anda memahami dasar-dasarnya. Anda dapat membeli bahan permukaan dan peralatan secara mandiri. Anda bisa mendapatkan bantuan sebanyak atau sesedikit yang Anda butuhkan.

Dan jika Anda ingin berbicara dengan seseorang yang telah menghabiskan empat dekade membangun permukaan olahraga di negara ini — dari lapangan komunitas hingga stadion nasional dan arena internasional — tim Datra Sports ada di sana untuk percakapan ini. Kami akan memberi tahu Anda apa yang Anda butuhkan, mengarahkan Anda ke apa yang tidak Anda butuhkan, dan membantu Anda membuat keputusan yang tepat untuk proyek spesifik Anda.

Ini adalah kemenangan yang mudah. Indonesia hanya butuh lebih banyak orang untuk mengambilnya.


Benson Kawengian adalah Pemilik dan Group CEO PT Datra Internusa dan Datra Sports, perusahaan rekayasa, pengadaan, dan konstruksi olahraga terkemuka di Indonesia dengan sejarah lebih dari 44 tahun. Referensi proyek Datra meliputi Indonesia Arena (FIBA World Cup 2023), Gelora Bung Karno (Asian Games 2018), and Jakarta International Stadium.

Untuk bahan permukaan lapangan pickleball, paket peralatan, dan dukungan pemasangan di seluruh Indonesia, hubungi Datra Sports di sales@datra.id atau kunjungi datra.id untuk bertanya via WhatsApp.

Cookies & Privacy

We use cookies to understand how you use our site and to improve your experience. This includes google site tracking as well. By continuing to use this website or closing this banner, you accept our use of first and third-party cookies.

Mengerti
Loading