Dimensi Ukuran Lapangan Field Hockey Sesuai Standar FIH dan FHSI
Edukasi, Konstruksi, Olahraga
8 July 2026

Bagi pengelola sekolah, GOR, maupun investor yang sedang merencanakan pembangunan fasilitas olahraga, memahami dimensi ukuran lapangan field hockey secara tepat adalah langkah awal yang tidak bisa dilewatkan. Kesalahan pada tahap perencanaan ukuran lapangan dapat berdampak panjang, mulai dari ketidaksesuaian dengan standar kompetisi, masalah keselamatan pemain, hingga pembengkakan biaya perbaikan di kemudian hari.
Field hockey atau yang lebih dikenal di Indonesia sebagai hoki lapangan adalah olahraga tim yang dimainkan menggunakan stik dan bola di atas permukaan rumput sintetis (turf) dengan aturan dan dimensi yang sangat spesifik. Olahraga ini kerap disamakan dengan ice hockey, padahal keduanya sangat berbeda — mulai dari permukaan bermain, peralatan, hingga federasi yang menaunginya. Ice hockey dimainkan di atas es dengan sepatu skate dan bola berbentuk puck, sementara field hockey dimainkan di lapangan terbuka atau tertutup beralaskan turf dengan bola kecil yang keras.
Ukuran lapangan menjadi faktor krusial dalam pembangunan fasilitas field hockey karena berkaitan langsung dengan kualitas permainan, keselamatan atlet, dan legalitas penyelenggaraan pertandingan resmi. Lapangan yang tidak sesuai standar berpotensi ditolak untuk sertifikasi kompetisi, bahkan bisa menimbulkan risiko cedera bagi pemain.
Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu field hockey, ukuran lapangan sesuai standar Federasi Hoki Internasional (FIH), ukuran gawang, jenis material lapangan, hingga aspek teknis lain seperti marking dan area run-off yang wajib diperhatikan dalam pembangunan fasilitas hoki berstandar.
Apa Itu Field Hockey?
Field hockey atau hoki lapangan adalah olahraga tim yang dimainkan oleh dua regu, masing-masing beranggotakan 11 pemain termasuk penjaga gawang. Setiap pemain menggunakan stik melengkung untuk mengarahkan bola kecil dan keras ke gawang lawan. Permainan berlangsung di atas lapangan berbentuk persegi panjang beralaskan rumput sintetis khusus yang dirancang agar bola dapat bergulir dengan kecepatan dan pantulan yang konsisten.
Secara historis, field hockey telah dimainkan sejak abad ke-19 di Inggris dan berkembang menjadi olahraga internasional yang dipertandingkan di Olimpiade sejak 1908. Pada awalnya dimainkan di atas lapangan rumput alami, namun sejak pertengahan dekade 1970-an, penggunaan rumput sintetis (artificial turf) menjadi wajib untuk kompetisi internasional karena mampu menghasilkan permainan yang lebih cepat, konsisten, dan minim risiko cedera akibat permukaan yang tidak rata.
Olahraga ini dinaungi oleh International Hockey Federation (FIH) sebagai induk organisasi internasional yang menetapkan seluruh aturan permainan, termasuk standar dimensi lapangan, gawang, dan spesifikasi material turf yang boleh digunakan dalam kompetisi resmi. Di tingkat nasional, hoki di Indonesia saat ini dinaungi oleh Federasi Hockey Indonesia (FHI). Perlu dicatat bahwa organisasi ini sebelumnya dikenal dengan nama berbeda pada periode yang berbeda, namun saat ini nama resmi yang digunakan adalah Federasi Hockey Indonesia (FHI), yang mengikuti dan mengadopsi standar internasional dari FIH dalam penyelenggaraan kompetisi di dalam negeri.
Ukuran Lapangan Field Hockey Sesuai Standar FIH
Berdasarkan aturan resmi yang ditetapkan oleh FIH dan diikuti oleh federasi nasional termasuk FHI, standar dimensi lapangan field hockey dibedakan menjadi beberapa kategori penggunaan, di antaranya lapangan kompetisi dan lapangan latihan, dengan rincian sebagai berikut:
Aspek | Lapangan Kompetisi | Lapangan Latihan |
Field of play | 91,40 m x 55,00 m | 91,40 m x 55,00 m |
Minimum inner run-off | 2,0 m x 1,0 m | 2,0 m x 1,0 m |
Minimum outer run-off | 1,0 m x 1,0 m | 1,0 m x 1,0 m |
Operational margin | 1,0 m x 1,0 m | - |
Minimum total size | 101,40 m x 61,0 m | 97,40 m x 59,0 m |
Tipe hockey turf | Non-filled, Wet | Non-filled, Wet / Sand dressed, Wet |
Kategori sertifikasi lapangan FIH | Global Elite / Global | Global atau National (dengan irigasi) |
Dimensi ini berlaku seragam di seluruh dunia untuk pertandingan resmi tingkat internasional maupun nasional, termasuk Olimpiade dan kompetisi yang diselenggarakan oleh FHI di Indonesia. Untuk kebutuhan sekolah atau fasilitas latihan dengan keterbatasan lahan, ukuran yang lebih kecil dapat dipertimbangkan, namun perlu dipahami bahwa lapangan dengan dimensi non-standar tidak dapat digunakan untuk pertandingan resmi bersertifikasi.
Mengapa Standar Lapangan Field Hockey Sangat Penting?
Kepatuhan terhadap standar dimensi dan spesifikasi lapangan field hockey bukan sekadar formalitas administratif. Ada beberapa alasan mendasar mengapa hal ini menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan fasilitas:
Konsistensi pantulan bola. Permukaan dan dimensi lapangan yang sesuai standar memastikan bola bergulir dan memantul secara konsisten di seluruh area bermain, sehingga kualitas permainan tetap terjaga dan tidak menguntungkan salah satu sisi lapangan.
Keselamatan pemain. Dimensi run-off yang cukup, marking yang jelas, serta material turf yang sesuai spesifikasi FIH berperan penting dalam mengurangi risiko cedera akibat tabrakan antarpemain atau permukaan yang tidak sesuai.
Persyaratan penyelenggaraan kompetisi. Lapangan yang akan digunakan untuk pertandingan resmi, baik di tingkat sekolah, daerah, maupun nasional, harus memenuhi standar dimensi dan sertifikasi tertentu agar dapat disetujui oleh federasi penyelenggara.
Umur lapangan. Konstruksi yang mengikuti spesifikasi teknis yang benar — mulai dari base, drainase, hingga lapisan turf — akan memperpanjang usia pakai lapangan secara signifikan dibandingkan lapangan yang dibangun tanpa memperhatikan standar.
Efisiensi biaya perawatan. Lapangan yang dibangun sesuai standar sejak awal akan lebih hemat biaya perawatan jangka panjang, karena mengurangi risiko kerusakan dini pada permukaan, sistem drainase, maupun struktur di bawahnya.
Ukuran Gawang Field Hockey
Selain dimensi lapangan, ukuran gawang juga telah diatur secara spesifik oleh FIH dan diikuti oleh federasi nasional:
- Lebar gawang: 3,66 meter (diukur dari sisi dalam tiang gawang)
- Tinggi gawang: 2,14 meter (diukur dari sisi bawah mistar)
- Lebar tiang dan mistar gawang: 50 mm, dengan kedalaman 50–75 mm
- Backboard: membentang penuh selebar 3,66 meter dengan tinggi 460 mm
- Sideboard: panjang minimal 0,92–1,2 meter dengan tinggi 460 mm
Gawang harus berwarna putih, terbuat dari material yang tidak membahayakan pemain maupun wasit, dengan sudut-sudut yang dirancang tumpul untuk mengurangi risiko cedera saat terjadi benturan.
Untuk kebutuhan pengadaan gawang yang sesuai standar tersebut, Datra Sports menyediakan Datra Sports Hockey Goal Post yang dirancang mengikuti spesifikasi dimensi dan keamanan sesuai standar FIH, sehingga dapat langsung digunakan untuk kebutuhan latihan maupun pertandingan resmi.
Material Lapangan Field Hockey
Sejak pertengahan dekade 1970-an, penggunaan rumput sintetis atau hockey turf menjadi keharusan untuk pertandingan resmi tingkat internasional maupun sebagian besar kompetisi nasional. Terdapat tiga jenis utama permukaan turf yang umum digunakan:
- Water-based turf: permukaan turf tanpa pasir yang membutuhkan penyiraman rutin sebelum dan selama pertandingan agar bola dapat bergulir dengan cepat dan halus. Jenis ini menjadi pilihan utama untuk kompetisi internasional dan liga nasional karena menghasilkan kecepatan permainan yang tinggi.
- Sand-dressed turf: serat sintetis yang lebih jarang dengan lapisan pasir sebagian untuk menopang serat, menghasilkan permainan yang sedikit lebih lambat namun lebih rendah kebutuhan perawatan airnya.
- Sand-filled turf: serat sintetis dengan pasir yang mengisi penuh kedalaman pile, umumnya digunakan untuk fasilitas latihan atau sekolah karena perawatannya lebih sederhana.
Pemilihan jenis turf perlu disesuaikan dengan tujuan penggunaan lapangan — apakah untuk kompetisi resmi bersertifikasi FIH, latihan klub, atau fasilitas pendidikan — mengingat masing-masing jenis memiliki karakteristik kecepatan bola, kebutuhan perawatan, dan biaya investasi yang berbeda.
Datra Internusa juga menyediakan koleksi rumput sintetis untuk berbagai kebutuhan fasilitas olahraga. Anda dapat mengecek koleksi rumput sintetis kami untuk menemukan spesifikasi yang paling sesuai dengan kebutuhan proyek lapangan hoki Anda.
Selain jenis turf, warna lapangan (field of play) juga menjadi bagian dari standar FIH. Warna yang diizinkan untuk permukaan lapangan adalah biru atau hijau, dengan garis marking berwarna putih atau warna kontras lain agar tetap terlihat jelas di atas permukaan turf.
Aspek Penting Lain dalam Standar Field Hockey
Marking lapangan field hockey. Seluruh garis pada lapangan harus berwarna putih (atau warna kontras jika permukaan turf berwarna gelap) dengan lebar 75 mm, mencakup garis tepi (side line dan back line), garis tengah, garis 23 meter, shooting circle, serta titik-titik penalti dan corner marks sesuai posisi yang telah ditentukan oleh Rules of Hockey.
Area run-off di luar garis permainan. FIH mensyaratkan area run-off minimal 2 meter di sisi samping lapangan (side line) dan minimal 3 meter di sisi belakang gawang (back line). Area ini wajib bebas dari segala jenis penghalang tetap maupun sementara, seperti papan iklan atau peralatan kamera, guna menjaga keselamatan pemain saat bergerak mendekati batas lapangan.
Pagar pengaman. Untuk fasilitas kompetisi, standar FIH merekomendasikan pagar pengaman setinggi minimal 7 meter di belakang area gawang dan minimal 1 meter di sisi samping lapangan, guna menahan bola yang melambung tinggi keluar area bermain sekaligus melindungi penonton di sekitar lapangan.
Wujudkan Lapangan Field Hockey Berkualitas Bersama Datra Internusa
Membangun lapangan field hockey yang memenuhi standar FIH dan FHI membutuhkan lebih dari sekadar pemasangan turf — dibutuhkan perencanaan struktur, sistem drainase, kemiringan lapangan, hingga pengerjaan marking yang presisi agar fasilitas benar-benar siap digunakan untuk latihan maupun kompetisi resmi.
Datra Internusa hadir sebagai mitra konstruksi fasilitas olahraga dengan rekam jejak sebagai kontraktor utama di berbagai proyek infrastruktur olahraga berskala nasional, termasuk Gelora Bung Karno, Indonesia Arena, dan Jakarta International Stadium. Pengalaman ini menjadi bekal bagi Datra dalam memahami kompleksitas pembangunan fasilitas olahraga yang mengutamakan ketepatan teknis, keselamatan pengguna, dan efisiensi biaya jangka panjang.
Bagi sekolah, GOR, maupun investor yang tengah merencanakan pembangunan atau renovasi fasilitas lapangan olahraga, tim Datra siap membantu mulai dari tahap konsultasi perencanaan proyek hingga pelaksanaan konstruksi di lapangan. Setiap proyek dikaji berdasarkan kebutuhan spesifik lokasi, anggaran, dan tujuan penggunaan fasilitas.
Tertarik mewujudkan fasilitas olahraga yang sesuai standar dan tahan lama? Hubungi tim Datra melalui sales@datra.id atau WhatsApp untuk mendapatkan konsultasi mengenai kebutuhan konstruksi fasilitas olahraga Anda.


