5 Fakta PON 2021
Olahraga
6 January 2021

Setiap 4 tahun sekali Indonesia mengadakan Pesta Olahraga Nasional, atau biasa disingkat sebagai PON, yang diikuti oleh atlet berbakat dari seluruh provinsi di Indonesia. Telah berlangsung selama 20 kali, PON XX akan dilaksanakan pada 2 Oktober hingga 13 Oktober 2021. Untuk tahu lebih dalam mengenai kompetisi nasional ini, simak 5 fakta mengenai PON XX:
- Ditunda Karena Covid-19 ke Tahun 2021. Kompetisi national ini awalnya direncanakan berlangsung pada tahun 2020, namun karena situasi Pandemi Covid-19, PON XX ditunda ke tahun 2021.
- Pertama kali PON diadakan tahun 1948 di Solo. Setelah merdeka, semangat berjuang rakyat Indonesia masih menggebu-gebu, salah satunya pada semangat keolahragaan. Pekan Olahraga Nasional diaselenggarakan untuk memenuhi semangat olahraga ini pada tanggal 9 September 1948 di Solo. Dibuka oleh Presiden Soekarno, PON I dipusatkan di Stadion Sriwedari Solo dengan lebih dari 40.000 penonton setiap harinya.
- Kali Pertama Diadakan di Papua Dalam pemungutan suara calon tuan rumah PON XX, Papua berhasil terpilih menjadi tuan rumah mengalahkan Bali dan Aceh. Mengakat tagline “Torang Bisa”, PON XX akan diselenggarakan di Stadion Lukas Enembe sebagai lokasi utama. Terdapat 4 kabupaten/kota yang akan menjadi lokasi penyelenggaraan ajang olahraga terbewsar di Indonesia ini, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mimika.
- Stadion Papua Bangkit Diresmikan Sebagai Stadion Lukas Enembe Menjadi lokasi utama PON XX, Stadion Lukas Enembe diresemikan pada 24 Oktober 2020 di Kampung Harapan, Sentani. Sebelumnya, Stadion ini dinamakan dengan Stadion Papua Bangkit. Memiliki kapasitas 40.000 penonton pada single seat, stadion ini menjadi salah satu stadion dengan kapasitas terbesar di Pasifik dengan luas 13,7 hektar. Datra dipercaya untuk mengisi kursi penonton single seating ini dengan kursi yang memenuhi standar pertandingan olahraga internasional.
- Terdapat 10 Cabor Dicoret dalam PON 2021 Mengikuti kemampuan Provinsi Papua, Presiden baru-baru ini mengeluarkan keputusan yakni pengurangan jumlah cabang olahraga. Terdapat 10 cabang olahraga yang dicoret, yakni balap sepeda, tennis meja, bridge, gateball, ski air, boling, dansa, petanque, woodball dan golf.


