Perbedaan Lapangan Tenis Akrilik dan Tanah Liat
Olahraga
13 April 2022

Lapangan tenis biasanya terdiri dari beberapa jenis lapangan. Mulai dari lapangan rumput, lapangan dengan akrilik atau lapangan tanah liat. Di Indonesia sendiri biasanya yang paling sering digunakan adalah lapangan akrilik dan lapangan tanah liat. Lalu apa saja perbedaan kedua jenis lapangan ini?
LAPANGAN TANAH LIAT
Lapangan tanah liat terbuat dari berbagai serpihan seperti batu, atau batu bata. Lapangan jenis ini lebih umum digunakan di Eropa dan Amerika Latin daripada di Amerika Utara atau Asia. Dari segi biaya, lapangan tanah liat lebih murah untuk dibangun daripada jenis lapangan lainnya, tetapi lebih mahal dalam segi perawatan. Karena banyak faktor seperti kadar air yang harus seimbang, lalu permukaan yang harus selalu dibuat rata dengan menambahkan atau mengurangi lapisan tanah liat secara konsisten setiap saat.
Secara permainan lapangan tanah liat menghasilkan pantulan bola yang lebih tinggi daripada lapangan jenis lain. Selain itu karena permukaan tanah liat, permainan biasanya berjalan lebih lambat dan tidak secepat di lapangan akrillik. Selain itu pemain yang memiliki daya tahan dan stamina tinggi sangat diuntungkan di lapangan ini ketimbang pemain yang mengandalkan servis dan permainan yang cepat. Dari segi turnamen Grand Slam hingga hari ini hanya Perancis Terbuka yang menggunakan lapangan tanah liat. Salah satu pemain yang sangat terkenal sebagai raja lapangan tanah liat adalah Rafael Nadal.
LAPANGAN AKRILIK
Lapangan tenis dari akrilik merupakan lapangan yang sangat populer di Amerika dan juga di Asia. Di Indonesia sendiri mayoritas lapangan tenis menggunakan akrilik sebagai bahan lapangan utama. Dari segi biaya, lapangan ini bisa dibilang sedikit lebih mahal ketimbang tanah liat, tapi dari segi perawatan relatif lebih mudah dan juga lebih mudah untuk renovasi jika ada kerusakan.
Dari segi karakter permainan lapangan ini termasuk tipe hard court atau lapangan permukaan keras. Tipe permainan relatif lebih cepat ketimbang di tanah liat. Pemain yang menyukai permainan dengan smash cepat dan servis-servis besar sangat diuntungkan di lapangan ini. Selain itu lapangan ini biasanya bisa menggunakan warna yang lebih beragam ketimbang lapangan tanah liat yang biasany hanya berwarna merah tanah. Lapangan akrilik biasanya menggunakan warna hijau atau biru sebagai pilihan utamanya.
Tim Datra memiliki pengalaman tinggi dalam membangun lapangan tenis tipe akrilik ini. Produk utama kami adalah Datra Court. Lapangan ini memiliki warna yang cerah, awet dan tahan akan perubahan cuaca sehingga cocok digunakan di outdoor, seperti lapangan di pemukiman, apartemen maupun sekolah.
Lapangan ini disarankan menggunakan aspal sebagai sub-base agar menghasilkan lapangan yang rata, yang kemudian dipasang filler course berupa bahan akrilik dan pasir silika sebagai lapisan awal. Dilanjutkan dengan texture course untuk menciptakan tekstur lapangan yang seragam, lalu dilapisi dengan lapisan finishing course yang bertugas untuk memberikan warna yang awet dan tahan perubahan cuaca. Setelah itu, Anda dapat menambahkan garis lapangan sesuai kebutuhan dengan cat latex akrilik.


