Infrastruktur dan Konstruksi Hijau sebagai Sarana Publik
Ruang Publik & Taman Bermain
12 July 2019

Udara segar menjadi harta yang tidak ternilai harganya jika kita hidup di kota besar seperti Jakarta. Pohon-pohon yang makin jarang ditemui ditambah polusi dari kendaraan membuat banyak elemen masyarakat mulai berpikir bagaimana sebuah kota bisa menghadirkan sarana infrastruktur dan konstruksi yang ramah lingkungan dan juga menjadi paru-paru bagi kota tersebut.
Salah satu konsep yang menarik adalah menjadikan pohon sebagai bagian dari infrastruktur atau sarana konstruksi publik. Sebuah lembaga think-tank asal Amerika bernama The Nature Conservancy (TNC) menyarankan bahwa pemerintah mulai harus mempertimbangkan kota sebagai bagian dari sarana publik yang penting. Karena, kehadiran pohon bukan hanya sebagai penghias kota namun juga sebagai paru-paru kota tersebut. TNC didukung oleh data-data dari berbagai penelitian terkait cuaca dan iklim mencoba untuk meyakinkan pemerintah daerah di berbagai kota di Amerika untuk menjadikan penanaman pohon sebagai prioritas tata kota mereka.
Selama ini banyak pemerintah kota di berbagai negara termasuk Amerika, hanya melihat pohon sebagai hiasan kota, makanya mereka akan memprioritaskan penanaman pohon di kawasan sentral seperti pusat pemerintahan dan mungkin objek vital kota tersebut. Karena biasanya pemerintah kota tidak mau mengeluarkan budget yang terlalu besar untuk infrastruktur sekunder seperti penanaman pohon ini.
Untuk menjawab masalah biaya terkait infrastruktur dalam penanaman pohon ini, TNC menyarankan menggunakan dana kesehatan publik yang juga biasanya masuk dalam anggaran daerah. Karena menurut penelitian di 2013 menemukan bahwa kehadiran pohon di beberapa kota yang sudah menerapkan konsep pohon sebagai infrastruktur ini bisa menghemat pengeluaran masyarakat di bidang kesehatan sebanyak 60 juta dollar per tahun. Ini bisa ditarik sebagai kesimpulan bahwa kehadiran pohon di kota membuat masyarakat semakin sehat secara general.
Konsep infrastruktur pohon dan konstruksi yang ramah lingkungan ini pasti sangat cocok diterapkan di negara seperti Indonesia. Semoga bisa menjadi wacana bersama.


