Bagaimana Teknologi Sensor dan Kamera Membantu Kompetisi Olahraga Internasional.

Teknologi

28 Oktober 2021

Bagaimana Teknologi Sensor dan Kamera Membantu Kompetisi Olahraga Internasional.

Kemajuan teknologi terutama di bidang sensor dan kamera berkecepatan tinggi sangat membantu perkembangan peraturan berbagai macam kompetisi olahraga di dunia. Olahraga seperti tenis, badminton hingga sepakbola kini mulai memanfaatkan berbagai teknologi ini untuk menangkap secara lebih detail apa yang terjadi di lapangan dan membantu wasit dalam menerapkan peraturan yang lebih objektif. Berikut ini adalah beberapa teknologi tersebut.

VAR (video assistant referee)

Teknologi VAR mulai banyak digunakan sejak Piala Dunia 2018. VAR sendiri ditujukan untuk membantu wasit dalam menilai sebuah insiden di lapangan seperti pelanggaran, hingga handball. VAR sendiri memanfaatkan kamera khusus yang dapat merekam seluruh kejadian di lapangan dengan detail dan kecepatan yang sangat tinggi sehingga video bisa dipelankan agar semua detail terlihat. Kemudian setelah itu video akan dikirim ke ruang kontrol dengan internet high speed yang kemudian direlay ke wasit untuk dilihat di lapangan melalui monitor khusus. 

Kehadiran VAR sendiri sempat membuat banyak fans sepakbola kesal karena menurut mereka VAR membuat keseruan sepakbola berkurang. Selain itu VAR juga dianggap membuang waktu pertandingan karena wasit minimal butuh beberapa menit untuk mengecek VAR dan ini dianggap menganggu tempo di lapangan. Namun, mayoritas pecinta sepakbola mendukung kehadiran VAR yang dianggap dapat membantu wasit untuk memutuskan keputusan di lapangan secara lebih objektif.

Teknologi Hawk Eye

Teknologi Hawk Eye banyak digunakan di olahraga seperti Tenis dan Badminton yang membutuhkan penilaian skor melalui bola yang masuk dalam area lapangan. Hawkeye akan digunakan jika bola tenis atau shuttlecock dianggap susah dinilai masuk atau tidaknya dengan mata telanjang atau dengan kamera biasa. Hawkeye sendiri terdiri dari kamera kecepatan tinggi dan sensor khusus yang terhubung ke ruang monitoring.

Di olahraga tenis atau bulutangkis, setelah permintaan Hawkeye diajukan maka kamera akan mengambil gambar momen saat bola tenis atau bulutangkis menyentuh tanah secara detail. Kemudian gambar ini diolah oleh sensor khusus yang kemudian mengubah gambar mentah menjadi gambar 3D animasi lengkap dengan jalur bola masuk atau tidaknya. Hasil dari Hawkeye akan disahkan oleh wasit untuk menentukan bola masuk atau tidak.

Menariknya Hawkeye tidak bisa digunakan secara terus menerus karena dapat menganggu waktu permainan. Di bulutangkis, pemain yang sedang bertanding boleh meminta ke wasit untuk menggunakan Hawkeye sebanyak 3 kali. Ini membuat pemain lebih strategis dalam penggunaan Hawkeye di momen penting dan saat poin-poin penentu. Mungkin salah satu penggunaan dramatis Hawkeye adalah ketika tim ganda putri kita Greysia Pollii dan Apriyani Rahayu memenangkan medali emas Olimpiade kemarin. Pemain China sempat meminta kamera Hawkeye untuk melihat poin terakhir tim Indonesia apakah masuk atau tidak, dan ternyata poin itu masuk sehingga tim ganda putri bisa meraih emas.

Teknologi Goal Line

Mirip dengan teknologi Hawkeye, teknologi Goal Line digunakan untuk menentukan apakah bola memasuki gawang atau tidak. Ada dua sistem Goal Line ini yaitu menggunakan kamera berkecepatan tinggi seperti Hawk Eye atau menggunakan sensor khusus yang dipasang di gawang dan bola itu sendiri yang akan memberikan sinyal kalau bola masuk ke gawang.

Bola yang melewati garis gawang akan dinilai sebagai bola masuk atau gol. Sensor dari Goal Line sangat sensitif hingga bisa membedakan bola yang melewati garis atau tidak dalam hitungan milimeter.

Kehadiran teknologi goal line ini sangat penting mengingat sudah banyak kejadian terutama di kompetisi internasional seperti Piala Dunia dan Liga Champions ketika bola yang seharusnya dianggap gol dianulir wasit karena dinilai belum melewati garis atau bahkan sebaliknya yang seharusnya tidak gol menjadi gol. Ini terjadi karena di era sebelumnya wasit hanya mengandalkan pengamatan dari wasit garis lapangan yang terkadang bisa salah. 

Cookies & Privacy

We use cookies to understand how you use our site and to improve your experience. This includes google site tracking as well. By continuing to use this website or closing this banner, you accept our use of first and third-party cookies.

Mengerti
Loading