Stadion di Indonesia butuh Single Seating Berkualitas
Stadion
23 November 2020

Stadion sudah mulai dibangun semenjak peradaban Romawi dengan konstruksi yang sangat luar biasa di jamannya. Dulunya, penonton yang datang duduk atau berdiri di tribun dengan kapasitas semaksimal mungkin. Namun, memasuki abad ke-20, keberadaan kursi untuk penonton pada tribun menjadi bagian penting pada stadion.
Mengurangi Resiko Vandalisme
Adanya kursi perorangan (single seating) dapat mengurangi potensi penumpukan penonton. Penumpukan ini tentunya dapat merusak struktur stadion dan membahayakan jiwa, terutama saat pertandingan telah selesai, dimana tidak jarang menimbulkan kerumunan yang berdesakkan dan membuat orang yang terjepit jatuh pingsan bahkan meninggal karena terinjak-injak. Oleh sebab itu, mulai dari tahun 60an beberapa organisasi olahraga, salah satunya FIFA, mulai mewajibkan stadion yang baru dibangun untuk mulai menggunakan kursi perorangan agar jumlah penonton dapat disesuaikan dalam jumlah yang aman bagi struktur stadion.
Kenyamanan Menonton
Seiring berjalannya waktu, penonton semakin mengutamakan kenyamanan saat menikmati pertandingan favoritnya. Kenyamanan ini dapat dipenuhi dengan adanya kursi perorangan dengan lebar yang sesuai dan akses yang mudah. FIFA memberikan standar untuk kursi penonton ini yakni lebar kursi 40-50 cm untuk regular dan 50-60 cm untuk VIP dengan kedalaman tribun 80-90 cm.
Datra sebagai kontraktor kursi stadion nomor 1 di Indonesia, telah menjawab tantangan ini di stadion GBK, Manahan Solo, Papua Bangkit, hingga Gelora Bung Tomo, dengan desain kursi stadion yang ramah penonton, berkualitas tinggi dan juga terjangkau. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.


