Sejarah Taman Ismail Marzuki

Ruang Publik & Taman Bermain

21 September 2021

Sejarah Taman Ismail Marzuki

Taman Ismail Marzuki adalah pusat kesenian yang berada di tengah kota Jakarta tepatnya di kawasan Cikini. Taman Ismail Marzuki atau yang sering disingkat TIM dibangun pada tahun Juni 1968 dan diresmikan pada November 1968 oleh Gubernur Jakarta, Ali Sadikin. Ada yang menarik dari pembangunan ini yaitu pertama, lahan yang digunakan untuk TIM adalah bekas dari Kebun Binatang Cikini namun karena dianggap kurang cocok pada tahun 1966 Kebun Binatang Cikini dipindah ke kawasan Ragunan dan menjadi Taman Margasatwa Ragunan hingga sekarang. Kedua, dalam pembangunannya awal-awal karena kondisi keuangan nyaris semua bangunan di TIM menggunakan bangunan semi permanen dan pekerjaannya dikebut hingga selesai dalam waktu 5 bulan saja. Namun setelah itu secara bertahap fasilitas lain dibangun. Di Taman Ismail Marzuki sendiri ada beberapa kompleks bangunan yaitu:

  • Planetarium Jakarta: Planetarium dan Observatorium Jakarta adalah wahana simulasi langit di Indonesia tertua di Indonesia
  • Teater Kecil/ Teater Studio: Teater berkapasitas sekitar 200 kursi ini ditujukan untuk pertunjukkan teater, atau musik yang sifatnya kecil dan lebih intim.
  • Graha Bakti Budaya: Gedung teater opera legendaris ini berkapasitas 811 dan sering digunakan untuk pertunjukkan teater atau opera musikal dengan skala kolosal. 
  • Galeri Cipta 1,2,3: Tempat untuk pameran lukisan dan karya seni rupa.
  • Perpustakaan HB Jassin: Perpustakaan yang banyak memilki koleksi naskah-naskah kesenian seperti naskah atau buku teater, hingga partitur musik yang lumayan lengkap.
  • Institut Kesenian Jakarta (IKJ): Salah satu kampus kesenian terkenal di Indonesia. IKJ banyak melahirkan seniman-seniman dan juga pesohor tanah air dari berbagai bidang mulai dari aktor, aktris, sutradara hingga musisi kenamaan di Indonesia.
  • Teater Jakarta: Merupakan Gedung Teater terbesar di kawasan TIM. Berkapasitas 1200 dan memiliki 3 tingkat. Gedung ini dibangun pada tahun 2010an dan ditujukan untuk menggantikan Graha Bakti Budaya yang sudah mulai tua bangunannya. Sudah berstandar internasional, gedung ini sering digunakan pertunjukkan internasional dan juga konser klasik atau teater kolosal.

Pada tahun 2019 kemarin, pemerintah melakukan renovasi total terhadap kawasan TIM. Kawasan TIM nantinya akan banyak menggunakan konsep green building yang ramah lingkungan dan hampir semua fasilitas dan bangunannya direnovasi ulang agar memenuhi standar internasional dan juga peremajaan bangunan. Salah satu yang menjadi titik sorot renovasi adalah soal kapasitas kursi di setiap gedung pertunjukan dan fasilitas penunjang. Untuk memenuhi persyaratan internasional, dibutuhkan kursi ruang auditorium atau teater yang berkualitas tinggi, tim Datra siap memenuhi kebutuhan ini.

Blog Terkait

Sejarah Planetarium Jakarta

Sejarah Planetarium Jakarta

Ruang Publik & Taman Bermain

22 Oktober 2021

selengkapnya

Sejarah Taman Ismail Marzuki

Sejarah Taman Ismail Marzuki

Ruang Publik & Taman Bermain

21 September 2021

selengkapnya

Bagaimana Merencanakan Konstruksi Playground?

Bagaimana Merencanakan Konstruksi Playground?

Ruang Publik & Taman Bermain

2 Agustus 2021

selengkapnya

Cookies & Privacy

We use cookies to understand how you use our site and to improve your experience. This includes google site tracking as well. By continuing to use this website or closing this banner, you accept our use of first and third-party cookies.

Mengerti
Loading