Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Membangun Running Track
18 February 2022

Olahraga lari merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang diatur seluruhnya oleh World Athletics. Salah satu yang diatur oleh World Athletics adalah lintasan lari yang dipakai untuk kompetisi maupun latihan.
Lintasan lari yang direkomendasikan oleh asosiasi internasional ini adalah lantai karet, karena memiliki karakter yang dinamis dan perawatan yang terbilang mudah. Lintasan lari terbagi jadi 2 sistem berdasarkan cara pemasangannya, yaitu prefabricated sheet dan in-situ.
Prefabricated Sheet
Lapangan lari ini telah diproduksi di pabrik, dengan cara ditekan menggunakan mesin khusus. Sistem ini menghasilkan karpet lari yang tidak berpori dan memiliki tekstur akhir untuk meningkatkan ketahanan terhadap licin. Karena dibuat di pabrik, kualitas ketebalan dan performanya menjadi seragam. Pemasangannya simpel, namun membutuhkan tenaga ahli terutama dalam merekatkan karpet pada sub-base dan pada sambungan karpet. Teknik pemasangan ini mewajibkan sub-base yang rata dengan menggunakan aspal agar tidak menimbulkan genangan air setelah dipasang.
Salah satu merek ternama yang menawarkan produk ini adalah Mondo, yang telah menjadi partner World Athletics untuk olimpiade dan kompetisi dunia. Produk yang kami rekomendasikan adalah Mondo Sportflex Super X 720 K 39 yang memiliki shock absorption 39% sesuai standar World Athletics, dan memiliki ketebalan 13,5 mm, sehingga kompatibel dengan sepatu lari dengan paku hingga 12 mm.
Sistem In-situ
Pengertian dari sistem in-situ adalah lapangan lari yang dikerjakan langsung di lokasi pemasangan. Sistem ini terbagi menjadi 3 tipe yaitu resin-bound rubber crumb (PU paint spray coat), composite system (sandwich system), dan cast elastomers (full PU).
Resin-bound rubber crumb terdiri dari butiran karet yang dicampur dengan resin PU yang dipasang pada subbase pada ketebalan yang ditentukan. Setelah proses curing (masa pengerasan), lapisan tersebut disemprot cat PU sehingga dapat tahan licin dan gesekan.
Composite system atau biasa dikenal dengan sandwich system. Tipe lapangan lari ini memiliki beberapa lapis mulai dari butiran karet hitam (SBR) yang dipasang di atas aspal, lalu pori-porinya ditutup dengan pore sealer, yang kemudian dilapisi cairan PU dan disebarkan butiran EPDM berwarna. Tipe ini lebih empuk dari resin bound dan water permeable.
Cast elastomer (full PU) merupakan lintasan yang unik karena hanya memiliki satu lapisan dengan butiran EPDM. Lintasan ini sangat kuat dan tahan lama serta memiliki tingkat keempukan yang paling baik di antara sistem in-situ lainnya.
Merek yang telah dipercaya untuk sistem ini oleh World Athletics adalah Herculan. Herculan memiliki produk untuk masing-masing tipe, seperti SR National untuk resin-bound rubber crumb, SR Sprint untuk composite/sandwich system dan SR Olympic untuk cast elastomer.
Running track yang baik harus memenuhi standar performa seperti ketahanan terhadap gores, tekanan, spike-damage, sinar UV, air, dan perubahan suhu. Standar ketahanan ini tentunya juga akan berpengaruh terhadap masa pemakaiannya. Selain itu, World Athletics (WA) juga memiliki standar dasar untuk menentukan performa dan kelas dari running track, yakni
- Imperfections: Ketidaksempurnaan pada lintasan seperti gelembung, keretakan, delaminasi dan lainnya menjadi poin utama dalam menentukan performa dari lintasan lari
- Evenness: Tingkat kerataan pada lintasan juga berpengaruh yakni tidak adanya tonjolan pada lintasan dengan toleransi 6 mm setiap 4 meter yang diukur. Standar ini ada agar meminimalisir genangan air pada lintasan lari.
- Thickness: Ketebalan lintasan lari disarankan mulai dari 10 mm untuk keempukan saat berlari, terutama dengan sepatu lari yang memiliki spike pada dasarnya. Ketebalan pada lintasan lari wajib rata untuk performa yang lebih dinamis. Ketebalan lintasan lari profesional harus melewati tes EN 1969.
- Shock Absorption: Penyerapan getaran sangat bergantung pada temperatur area olahraga yang dapat beragam mulai dari 10 - 40 derajat, sehingga disarankan memiliki penyerapan getaran antara 35% - 50%. Metode yang dipakai untuk menentukannya adalah dengan tes EN 14808.
- Vertical Deformation: Deformasi vertikal ini akan memberikan efek pada kinetic energy dari atlet pada saat berlari. Semakin tinggi nilainya, maka semakin lunak lapangan, sehingga dapat mengurangi performa atlet. Tes untuk standar ini adalah dengan mengikuti metode EN 14809.
- Friction: Lintasan lari yang baik harus bisa memenuhi tes gesekan EN 13036 Part 4 dan EN 14903, demi meminimalisasi atlet tergelincir saat berlari, terutama saat lintasan sedang basah. Menurut World Athletics, koefisien dari dynamic friction tidak boleh kurang dari 0,5 pada kondisi yang basah.
- Tensile Properties: Standar ini dapat dipenuhi dengan pemilihan bahan untuk lintasan yang tepat dari segi proporsi, bahan, dan ukuran, serta pemasangannya mulai dari waktu curing, cara pasang dan lainnya. Tidak hanya untuk menjamin performa lintasan, standar ini juga untuk menjamin ketahanan pemakaian dalam waktu lama. Standar ini ditentukan melalui tes EN 12230
- Color: Tidak ada kewajiban warna yang ditentukan pada lintasan lari, namun World Athletics selalu menggunakan warna merah pada lintasan lari dengan garis putih. Standar yang ditentukan adalah kerataan pewarnaan pada seluruh area lintasan lari.
- Drainage: Lintasan lari yang baik menurut World Athletics salah satunya dinilai apabila bisa mengeringkan lintasan lari yang tergenang air seluruhnya selama 20 menit, yang tentunya dapat tercapai dari konstruksi saluran air yang sesuai. Kami menyarankan lintasan lari memiliki kemiringan 0.5% - 1% ke arah lapangan dalam.
Apabila Anda sudah memenuhi standar performa yang dimiliki World Athletics, maka lintasan lari Anda siap untuk digunakan secara profesional. Namun, apabila Anda membutuhkan bantuan ahli untuk membangun lintasan lari, hubungi kami segera untuk mewujudkannya.